Rabu, 20 November 2013

laporan penelitian mata kuliah geologi



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang 

           Geologi merupakan suatu mata kuliah wajib yang harus diikuti oleh setiap mahasiswa geografi, dan dimata kuliah ini untuk menunjang kemampuan mahasiwa diadakan observasi dimana mahasiswa akan terjun langsung ke lapangan. Pelaksanaan observasi ini berada dibawah bimbingan dosen mata kuliah geologi.
Geologi merupakan ilmu yang mempelajari planet bumi terutama mengenai sistem penyusunannya. Proses yang terjadi padanya, hasil proses tersebut, sejarah planet itu dan bentuk-bentuk kehidupan sejak bumi terbentuk. Dimana bumi merupakan satu-satunya planet yang memiliki kehidupan di dalamnya. Bumi sebagai sebuah planet memiliki struktur komposisi, proses yang terjadi padanya dan juga hasilnya serta materi penyusunnya. Adapun materi penyusun bumi, yaitu berupa mineral dan batuan.
      Dalam perkembangannya, bumi mengalami berbagai proses-proses yang menyertai dalam pembentukannya, yaitu meliputi endogenik dan eksogenik, serta hasil dari proses tersebut, diantaranya ialah tanah dan batuan. Pada kesempatan ini kita akan mengkaji tentang tanah dan batuan yang merupakan salah satu materi dasar penyusun bumi.

B.     Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian yang dilakukan mahasiswa Geografi dalam mata  kuliah geologi  yaitu :
  1. Mahasiswa dapat melihat fenomena-fenomena alam secara langsung.
  2. Meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk memahami alam disekitarnya.
  3. Membuka wawasan mahasiswa tentang alam  terutama tentang pembentukan tanah dan batuan.
  4. Dengan melakukan observasi kelapangan diharapkan mahasiswa dapat lebih memahami teori-teori yang dipelajari sehingga dapat di aplikasikan pada masyarakat.


C.    Metodelogi Penelitian

Adapun untuk mencapai tujuan dari penelitian yang dilakukan, maka metode yang dilakukan atau digunakan adalah metode secara langsung artinya mahasiswa secara langsung dapat mengamati objek-objek yang telah dipelajari dan juga pengarahan dari dosen di lapangan. Pada metodelogi ini juga didukung oleh literature buku yang menguatkan fakta dilapangan.









BAB II
PEMBAHASAN
Pada mata kuliah Geologi mahasiswa Geografi mengadakan Observasi dibeberapa tempat yaitu:
A.      Mata Ie
B.      Lamtamot
C.      TAHURA (Taman Hutan Raya) yang berada di Saree

A.    Pengamatan di Mata Ie.
1.      BMKG Mata Ie
Berdasarkan hasil pengamatan kami di BMKG Mata Ie, sebagaimana kita ketahui BMKG itu adalah Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika. BMKG ini telah beroperasi sejak tahun 1979 dan sejak tahun 2006 oprasional pengamatan, pengolahan, analisa dan pelayanan  data station ditingkatkan menjadi 24 jam/hari, 7 hari/minggu.
BMKG mata ie ini melaksanakan sejumlah kegiatan. Tugas sehari-hari dari BMKG mata ie ini adalah Pengamatan gempa bumi, pengamatan lightenig dan pengiriman data Seismik.
Di BMKG ini didukung Oleh beberapa alat pengamatan gempa bumi, yaitu Sismograph SPS-3 ( Analog ) dan Sismograph Digital SPS 3 dan TDS 4.0 Digital Seusmik Processing System. Pengamatan lighting dengan lighting detector dan pengiriman data seismic dengan menggunakan alat communication VSAT.

a.       Gempa Bumi
Gempabumi adalah berguncangnya bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif aktivitas gunungapi atau runtuhan batuan. Kekuatan gempabumi akibat aktivitas gunungapi dan runtuhan batuan relatif kecil sehingga kita akan memusatkan pembahasan pada gempabumi akibat tumbukan antar lempeng bumi dan patahan aktif.
Lempeng samudera yang rapat massanya lebih besar ketika bertumbukkan dengan lempeng benua di zona tumbukan (subduksi) akan menyusup ke bawah. Gerakan lempeng itu akan mengalami perlambatan akibat gesekan dari selubung bumi. Perlambatan gerak itu menyebabkan penumpukkan energi di zona subduksi dan zona patahan. Akibatnya di zona-zona itu terjadi tekanan, tarikan, dan geseran. Pada saat batas elastisitas lempeng terlampaui, maka terjadilah patahan batuan yang diikuti oleh lepasnya energi secara tiba-tiba. Proses ini menimbukan getaran partikel ke segala arah yang disebut gelombang gempabumi
Gempa bumi juga merupakan getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Frekuensi suatu wilayah, mengacu pada jenis dan ukuran gempa bumi yang di alami selama periode waktu. Sebagian besar gempa bumi di dunia adalah adalah gempa tektonik, yaitu gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas tekonik.
Dilihat dari proses terjadi gempa bumi terdiri dari tiga macam:
·         Gempa Bumi Vulkanik (Gunung Api) ; Gempa bumi ini terjadi akibat adanya aktivitas magma, yang biasa terjadi sebelum gunung api meletus. Apabila keaktifannya semakin tinggi maka akan menyebabkan timbulnya ledakan yang juga akan menimbulkan terjadinya gempabumi. Gempa bumi tersebut hanya terasa di sekitar gunung api tersebut.
·         Gempa Bumi Tektonik ; Gempa bumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu pergeseran lempeng-lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang sangat kecil hingga yang sangat besar. Gempa bumi ini banyak menimbulkan kerusakan atau bencana alam di bumi, getaran gempa bumi yang kuat mampu menjalar keseluruh bagian bumi. Gempa bumi tektonik disebabkan oleh perlepasan [tenaga] yang terjadi karena pergeseran lempengan plat tektonik seperti layaknya gelang karet ditarik dan dilepaskan dengan tiba-tiba. Tenaga yang dihasilkan oleh tekanan antara batuan dikenal sebagai kecacatan tektonik. Teori dari tectonic plate (lempeng tektonik) menjelaskan bahwa bumi terdiri dari beberapa lapisan batuan, sebagian besar area dari lapisan kerak itu akan hanyut dan mengapung di lapisan seperti salju. Lapisan tersebut bergerak perlahan sehingga berpecah-pecah dan bertabrakan satu sama lainnya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya gempa tektonik.
·         Gempa Bumi Buatan ; Ada gempa bumi yang disebabkan oleh aktifitas manusia,misalnya aktifitas penambangan, penyedotan gas, minyak bumi atau air, penyuntikan air ke dalam tanah, penyuntikan waduk, penambangan batu bara dan yang paling bahaya adalah dengan menggunakan kekuatan nuklir.
Gempa bumi diukur dengan menggunakan alat Seismometer. Moment magnitudo adalah skala yang paling umum di mana gempa bumi terjadi untuk seluruh dunia. Skala rickter adalah skala yang di laporkan oleh observatorium seismologi nasional yang di ukur pada skala besarnya lokal 5 magnitude. Kedua skala yang sama selama rentang angka mereka valid. Gempa 3 magnitude atau lebih sebagian besar hampir tidak terlihat dan besar nya 7 lebih berpotensi menyebabkan kerusakan serius di daerah yang luas, tergantung pada kedalaman gempa.
Gempa bumi terbesar bersejarah besarnya telah lebih dari 9, meskipun tidak ada batasan besarnya. Gempa bumi besar terakhir besarnya 9,0 atau lebih besar adalah 9,0 magnitudo gempa di Jepang pada tahun 2011 (per Maret 2011), dan itu adalah gempa Jepang terbesar sejak pencatatan dimulai. Intensitas getaran diukur pada modifikasi Skala Mercalli.

b.      Seismometer
Seismometer (bahasa Yunani: seismos: gempa bumi dan metero: mengukur) adalah alat atau sensor getaran, yang biasanya dipergunakan untuk mendeteksi gempa bumi atau getaran pada permukaan tanah. Hasil rekaman dari alat ini disebut seismogram. Prototip dari alat ini diperkenalkan pertama kali pada tahun 132 SM oleh matematikawan dari Dinasti Han yang bernama Chang Heng. Dengan alat ini orang pada masa tersebut bisa menentukan dari arah mana gempa bumi terjadi. Dengan perkembangan teknologi dewasa ini maka kemampuan seismometer dapat ditingkatkan, sehingga bisa merekam getaran dalam jangkauan frekuensi yang cukup lebar. Alat seperti ini disebut seismometer broadband.
Seismograf adalah sebuah perangkat yang mengukur dan mencatat gempa bumi. Pada prinsipnya, seismograf terdiri dari gantungan pemberat dan ujung lancip seperti pensil. Dengan begitu, dapat diketahui kekuatan dan arah gempa lewat gambaran gerakan bumi yang dicatat dalam bentuk seismogram. Seismograf memiliki instrumen sensitif yang dapat mendeteksi gelombang seismik yang dihasilkan oleh gempa bumi. Gelombang seismik yang terjadi selama gempa tergambar sebagai garis bergelombang pada seismogram. Seismologist mengukur garis-garis ini dan menghitung besaran gempa.
Dahulu, seismograf hanya dapat mendeteksi gerakan horizontal, tetapi saat ini seismograf sudah dapat merekam gerakan-gerakan vertikal dan lateral. Seismograf menggunakan dua gerakan mekanik dan elektromagnetik seismographer. Kedua jenis gerakan mekanikal tersebut dapat mendeteksi baik gerakan vertikal maupun gerakan horizontal tergantung dari pendular yang digunakan apakah vertikal atau horizontal. Seismograf modern menggunakan elektromagnetik seismographer untuk memindahkan volatilitas sistem kawat tarik ke suatu daerah magnetis. Peristiwa-peristiwa yang menimbulkan getaran kemudian dideteksi melalui spejlgalvanometer.












Gambar : Seismograf SPS -3 ( Analog ), Merupakan salah satu alat pengukur gempa yang ada di Mata Ie Banda Aceh.

Gambar : Hasil  pendeteksi gempa yang dicatat oleh Seismograf SPS -3 ( Analog ).
                           Gambar : 1                                                                  Gambar : 2
Gambar : Seismograf Digital SPS-3, Salah satu alat pengukur gempa yang ada di Mata ie Banda Aceh.Gambar 1 : alat pendeteksi gempa; Gambar 2 : tampilan dari alat pendeteksinya yang ditampilkan ke monitor komputer.





c.       Tsunami
Tsunami berasal dari bahasa Jepang, yaitu Tsu = pelabuhan, nami = gelombang, secara harafiah berarti "ombak besar di pelabuhan", adalah perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. Perubahan permukaan laut tersebut bisa disebabkan oleh gempa bumi yang berpusat di bawah laut, letusan gunung berapi bawah laut, longsor bawah laut, atau atau hantaman meteor di laut.
Gelombang tsunami dapat merambat ke segala arah. Tenaga yang dikandung dalam gelombang tsunami adalah tetap terhadap fungsi ketinggian dan kelajuannya. Di laut dalam, gelombang tsunami dapat merambat dengan kecepatan 500-1000 km per jam. Setara dengan kecepatan pesawat terbang. Ketinggian gelombang di laut dalam hanya sekitar 1 meter. Dengan demikian, laju gelombang tidak terasa oleh kapal yang sedang berada di tengah laut. Ketika mendekati pantai, kecepatan gelombang tsunami menurun hingga sekitar 30 km per jam, namun ketinggiannya sudah meningkat hingga mencapai puluhan meter. Hantaman gelombang Tsunami bisa masuk hingga puluhan kilometer dari bibir pantai. Kerusakan dan korban jiwa yang terjadi karena Tsunami bisa diakibatkan karena hantaman air maupun material yang terbawa oleh aliran gelombang tsunami.
Ada 3 (tiga) kejadian di laut yang mengakibatkan timbulnya tsunami yaitu :
1.      Gempabumi
Secara umum gempabumi yang bisa menimbulkan tsunami adalah gempabumi tektonik  yang terjadi di laut dan mempunayai karakteristik sebagai berikut :
a.  Sumber gempabumi berada di laut
b.  Kedalaman gempabumi dangkal, yakni kurang dari 60 km
c.  Kekuatannya cukup besar, yakni di atas 6,0 SR
d.  Tipe patahannya turun (normal fault) atau patahan naik (thrush fault)

Tsunami yang ditimbulkan oleh gempabumi biasanya menimbulkan gelombang yang cukup  besar, tergantung dari kekuatan gempanya dan besarnya area patahan yang terjadi. Tsunami dapat dihasilkan oleh gangguan apapun yang dengan cepat memindahkan suatu  massa air yang sangat besar, seperti suatu gempabumi, letusan vulkanik, batu  bintang/meteor atau tanah longsor. Bagaimanapun juga, penyebab yang paling umum  terjadi adalah dari gempabumi di bawah permukaan laut. Gempabumi kecil bisa saja  menciptakan tsunami akibat dari adanya longsor di bawah permukaan laut/lantai samudera  yang mampu untuk membangkitkan tsunami.
Tsunami dapat terbentuk manakala lantai samudera berubah bentuk secara vertikal dan  memindahkan air yang berada di atasnya. Dengan adanya pergerakan secara vertical dari  kulit bumi, kejadian ini biasa terjadi di daerah pertemuan lempeng yang disebut subduksi.  Gempa bumi di daerah subduksi ini biasanya sangat efektif untuk menghasilkan gelombang  tsunami dimana lempeng samudera slip di bawah lempeng kontinen, proses ini disebut juga  dengan subduksi.

2.      Land Slide (Tanah Longsor)
 
Land Slide/tanah longsor dengan volume tanah yang jatuh/turun cukup besar dan terjadi di  dasar Samudera, dapat mengakibatkan timbulnya Tsunami. Biasanya tsunami yang terjadi  tidak terlalu besar, jika dibandingkan dengan tsunami akaibat gempabumi.
Tanah longsor di dalam laut dalam, kadang-kadang dicetuskan oleh gempabumi yang  besar; seperti halnya bangunan yang roboh akibat letusan vulkanik, mungkin juga dapat  mengganggu kolam air akibat dari sediment dan batuan yang bergerak di lantai samudera.  Jika terjadi letusan gunungapi dari dalam laut dapat juga menyebabkan tsunami karena  kolam air akan naik akibat dari letusan vulkanik yang cukup besar lalu membentuk suatu  tsunami.
Contoh seperti yang terjadi di Gunung Krakatau.Gelombang terbentuk akibat  perpindahan massa air yang bergerak di bawah pengaruh gravitasi untuk mencapai  keseimbangan dan bergerak di lautan, seperti jika kita menjatuhkan batu di tengah kolam  akan terbentuk gelombang melingkar.
Sekitar era tahun 1950 an ditemukan tsunami yang lebih besar dibandingkan sebelumnya  percaya atau tidak mungkin ini disebabkan oleh tanah longsor, bahan peledak, aktifitas  vulkanik dan peristiwa lainnya. Gejala ini dengan cepat memindahkan volume air yang  besar, sebagai energi dari material yang terbawa atau melakukan ekspansi energi yang  ditransfer ke air sehingga terjadi gerakan tanah.
Tsunami disebabkan oleh mekanisme ini,  tidak sama dengan tsunami di lautan lepas yang disebabkan oleh beberapa gempabumi,  biasanya menghilang dengan cepat dan jarang sekali berpengaruh sampai ke pantai karena  area yang terpengaruh sangat kecil. Peristiwa ini dapat memberi kenaikan pada gelombang  kejut lokal yang bergerak cepat dan lebih besar (solitons), seperti gerakan tanah yang  terjadi di Teluk Lituya memproduksi suatu gelombang dengan tinggi 50- 150 m dan  mencapai area pegunungan yang jaraknya 524 m. Bagaimanapun juga, suatu tanah  longsor yang besar dapat menghasilkan mega tsunami yang mungkin berdampak pada  samudera.
3.      Gunung Berapi
Gunung Berapi aktif yang berada di tengah laut, ketika meletus akan dapat menimbulkan  tsunami. Tsunami yang terjadi bisa kecil, bisa juga sangat besar, tergantung dari besar  kecilnya letusan gunung api tersebut. Ada banyak gunung api yang berada ditengah laut di  seluruh dunia. Untuk di Indonesia , yang paling terkenal adalah letusan gunung Krakatau  yang terletak di tengah laut sekitar Selat Sunda, yang terjadi pada tahun 1883. Letusannya  sangat dashyat, sehingga menimbulkna tsunami yang sangat besar dan korban yang  banyak, baik jiwa maupun harta benda.


d.      Petir
Petir merupaka aktivitas udara yang di sebabkan terlepasnya muatan listrik dengan arus yang cukup tinggi dan bersifat transient (singkat) yang terjadi antar awan, awan dengan bumi yang biasanya terjadi pada saat terbentuknya awan cumulusnimbus (Cb).



Petir atau halilintar adalah gejala alam yang biasanya muncul pada musim hujan di mana di langit muncul kilatan cahaya sesaat yang menyilaukan biasanya disebut kilat yang beberapa saat kemudian disusul dengan suara menggelegar sering disebut guruh. Perbedaan waktu kemunculan ini disebabkan adanya perbedaan antara kecepatan suara dan kecepatan cahaya.
Petir juga merupakan gejala alam yang bisa kita analogikan dengan sebuah kapasitor raksasa, dimana lempeng pertama adalah awan (bisa lempeng negatif atau lempeng positif) dan lempeng kedua adalah bumi (dianggap netral). Seperti yang sudah diketahui kapasitor adalah sebuah komponen pasif pada rangkaian listrik yang bisa menyimpan energi sesaat (energy storage). Petir juga dapat terjadi dari awan ke awan (intercloud), dimana salah satu awan bermuatan negatif dan awan lainnya bermuatan positif.
Petir terjadi karena ada perbedaan potensial antara awan dan bumi atau dengan awan lainnya. Proses terjadinya muatan pada awan karena dia bergerak terus menerus secara teratur, dan selama pergerakannya dia akan berinteraksi dengan awan lainnya sehingga muatan negatif akan berkumpul pada salah satu sisi (atas atau bawah), sedangkan muatan positif berkumpul pada sisi sebaliknya.
Jika perbedaan potensial antara awan dan bumi cukup besar, maka akan terjadi pembuangan muatan negatif (elektron) dari awan ke bumi atau sebaliknya untuk mencapai kesetimbangan. Pada proses pembuangan muatan ini, media yang dilalui elektron adalah udara. Pada saat elektron mampu menembus ambang batas isolasi udara inilah terjadi ledakan suara. Petir lebih sering terjadi pada musim hujan, karena pada keadaan tersebut udara mengandung kadar air yang lebih tinggi sehingga daya isolasinya turun dan arus lebih mudah mengalir. Karena ada awan bermuatan negatif dan awan bermuatan positif, maka petir juga bisa terjadi antar awan yang berbeda muatan.
Jenis Petir :
1. Petir dari Awan ke Bumi ( Cloud to Ground)
2. Petir Di dalam Awan (Intra cloud)
3. Petir dari Awan ke Awan (intercloud)
Pengamatan Petir yang dilakukan oleh Stasiun Geofisika BMKG dilakukan dengan menggunakan 2 jenis alat yaitu: Lightning Detector dan Lightning Counter.
Alat ini mampu merekam frequensi kejadian petir, baik dari segi jumlah maupun jarak.
                           Gambar : 1                                                                   Gambar :2
Gambar : Accelograph Observateon, Salah satu alat pendeteksi petir yang ada di Mata Ie banda Aceh. Gambar 1: Alatnya, Gambar 2 Tampilan Dari alatnya yang ditampilkan ke monitor komputer.

2.      Bentuk Lahan dan Stuktur batuan  di Mata Ie
Berdasarkan hasil pengamatan daerah Mata Ie Banda Aceh merupakan daerah dataran tinggi, sebahagian besar dikelilingi oleh bukit-bukit terjal dan masih sangat asli dan jauh dari kebisingan kota. Mata Ie ini diperkirakan mempunyai ketingiannya mencapai 300 m dari permukaan laut. Perbukitan di daerah mata ie terbentuk dari lipatan yang bersifat denudasional.
Dari hasil pengamatan yang telah kami lakukan di Mata ie ini terdapat begitu banyak batuan kapur, ini kami buktikan dengan mengambil beberapa sempel dari batuan yang ada di daerah Mata ie dengan meneteskan zat kimia yaitu HCL, ketika HCl diteteskan ke batuan maka rekasi yang terjadi adalah akan berbuih, agak sedikit mengeluarkan asap dan batuannya tidak berubah. Ini membuktikan bahwa bataun didaerah Mata Ie Mengandung kapur.
Maka dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa tidak menutup kemungkinan dulunya Mata ie ini adalah lautan yang telah terjadi proses pengankatan yang sangat siknifikan, karna sangat kecil kemungkinan ada bataun kapur didaerah pengunungan yang tidak pernah diendapi air laut. Namun proses pengankatan di Mata Ie ini sifatnya membangun Artinya tidak ada kerugian dari proses pengankatan ini.
Berikutnya dibawah ini gambar dari beberapa kegiatan kami di Mata Ie :
        
      Gambar : Batu karang yang ada di Mata Ie
  
 
                  sebelum                                dalam proses reaksi                             sesudah
Gambar : Sampel pertama untuk melihat batuan mengandung kapur apa tidak.

                          
                 Sebelum                                   dalam proses reaksi                                sesudah

Gambar : Sampel kedua untuk melihat bataun mengandug kapur atau tidak

B.     Pengamatan Di Lamtamot

Gunung seulawah Agam adalah salah satu gunung api yang aktif didaerah Indonesia terutama Aceh.
Gambar: Gambar Gunung Api Seulawah Agam.
Beberapa waktu yang lalu gunung api seulawah agam ditingkat satusnya dari normal ke waspada karna adanya aktifitas tambahan dari gunung tersebut. Gunung Api Seulawah Agam pertama meletus pada tahun 1600.
Gunung Seulawah Agam terdiri dari dua kawah yaitu Kawah Heutsz dan Kawah Simpagoe. Kawah Heutsz adalah kawah yang berada dipuncak gunung seulawah agam yang merupakan gunung api aktif tipe A, berbentuk memanjang dari bawah ke atas dengan bentuk memanjang dengan Ukuran lk 100x200 m. Kawah simpagoe adalah kawah yang berada dilereng gunung seulawah agam yang merupakan gunung api aktif tipe a, berbentuk lonjong memanjang dari bawah ke atas dengan ukuran lk 150x100m.
Di sini tanah nya termasuk kategori andisol karena andisol itu, tanah yang terbentuk dari aktifitas gunung api. Tanah andisol atau  dikenal dengan tanah andosol rata-rata berwarna kehitaman. Tekstur nya beragam, bisa berbentuk tanah liat dan tanah lempung yang tekstur nya kasar. Zat yang terkandung didalam nya sebagian besar adalah abu vulkanik dari letusan gunung.
Tanah andisol mengandung unsur hara yang cukup tinggi. Unsur hara tersebut berasal dari letusan gunung. Sehingga tanah ini sangat baik untuk ditanami. Selain unsur hara zat lain yang terkandung dalam tanah andisol ini adalah zat-zat organik. Zat organik banyak terkandung pada lapisan tengah dan atas, sedangkan pada tanah yang berada di lapisan bawah, kandungan organik maupun unsur hara cenderung sedikit. Tanah andisol mampu mengikat air dalam jumlah yang cukup tinggi, zat karbon yang terkandung juga lebih tinggi dibandingkan dengan tanah jenis lain.
Andisol mempunyai beberapa sifat kimia yang penting, memiliki muatan permanen yang rendah dan muatan tergantung pH yang tinggi, keracunan aluminium jarang terjadi. Andisol mempunyai kemampuan untuk memfiksasi fosfat dan mengikat air yang lebih tinggi. Presentase karbon cenderung relative lebih tinggi dibandingkan tanah-tanah mineral lainnya.
Tingginya kadar bahan organik di andisol diyakini disebabkan oleh adsorbsi molekul organik oleh alofan dan imogolit. Alofan dan imogolit memiliki komposisi kimia yang beragam, tergantung kepada variasi rasion molar SiO2 / AlO3 dan kandungan air. Alofan mampu berikatan dengan humus tanah dengan ikatan kompleksasi membentuk khelasi Al dalam alofan dengan membentuk kompleks yang cukup resisten.

C.    Pengamatan di TAHURA ( Taman Hutan Raya )
TAHURA (Taman Hutan Raya) yang berada Saree Kabupaten Aceh Besar. Berdasarkan Hasil Observasi menunjukkan bahwa tanah yang berada disare sebagian besar berjenis tanah  Andosol tanah jenis ini berwarna hitam dan gembur, maka daerah ini sangat cocok untuk menanam jenis taman dikotil yang memiliki akar serabut.
Taman Hutan Raya termasuk hutan tropis. Hutan tropis termasuk hutan hujan konstan hijau di garis lintang khatulistiwa dan hutan monsun tropis. Di hutan khatulistiwa pohon-pohon biasanya menggugurkan daunnya sedikit-sedikit atau menggugurkan daunnya menurut musim tetapi kebanyakan dari pohon itu memiliki daunnya hampir seluruh waktu dan sebab itu hutan ini terlihat konstan hijau. Di hutan monsun pohon-pohon adalah jenis daun-luruh yang menggugurkan daunnya pada musim kemarau dan tidak mengeluarkan daun baru sampai musim hujan tiba. Hutan hujan tropis berada di garis lintang khatulistiwa yang suhunya panas dan lembab sepanjang tahun. Ia membutuhkan suhu 18-30 ° C dan hujan antara 200-300 cm setahun.
Di hutan hujan tropis, kebanyakan kehidupan tumbuhan dan hewan tidak ditemukan di permukaan tanah (forest floor), tapi mungkin di dunia dedaunan yang dikenal dengan nama kanopi. Kanopi, yang bisa berada di ketinggian 100 kaki (30 m) dari atas tanah, terbentuk oleh cabang-cabang dan dedaunan pohon-pohon hutan hujan yang saling tumpang tindih. Para peneliti memperkirakan bahwa 70-90% dari kehidupan di hutan hujan ditemukan di pepohonan, ini membuatnya menjadi habitat terkaya bagi kehidupan tumbuhan dan hewan. Banyak hewan terkenal termasuk monyet, katak, kadal, burung, sloth, dan kucing kecil ditemukan di kanopi. Kanopi hanyalah salah satu dari beberapa lapisan di hutan hujan.
Hutan hujan penting bagi ekosistem global, karena:
·         menyediakan rumah bagi banyak tumbuhan dan hewan;
·         membantu menstabilkan iklim dunia;
·         melindungi dari banjir, kekeringan, dan erosi;
·         sumber dari obat-obatan dan makanan;
·         menyokong kehidupan manusia suku pedalaman; dan
·         tempat menarik untuk dikunjungi.

Berikut ini adalah gambar di TAHURA Saree  :

   


   



BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari laporan ini yaitu:
1.      Dari ketiga wilayah atau daerah memiliki Struktur  tanah dan jenis batuan yang berbeda dan tentunya dengan aktifitas yang berbeda Pula.
2.      Mata Ie dan Sare sama-sama pegunungan tapi memiliki latar belakang yang berbeda, Mata Ie kemungkinan   besar terbentuk dari pengangkatan laut sedangkan Sare tidak.
3.      Gunung Api Seulawah Agam  adalah gunung api yang aktif yang berada didaerah Aceh, yang memiliki dua kawah yaitu kawah Heutsz dan Kawah Simpagoe.



B.     Saran
            Aceh merupakan salah satu daerah yang sering dilanda gempa dan ada beberapa gunung api yang aktifitasnya biasa meningkat kapan saja.  Kepada semua pihak yang terkait terutama pemerintah agar mensosialisasikan sikap apa yang harus dilakukan saat gempa agar masyarakat tidak panik lagi, dan apa yang harus dilakukan saat gunung api berstatus waspada, siaga dan awas, mengingat kurangnya pengetahuan masyarakat disekitar tetang hal itu.





Daftar Pustaka
http://geofisikamataiepetir.blogspot.com., diakses 1 januari 2013.
http://id.wikipedia.org/wiki/gempabumi., diakses 1 januari 2013.
http://id.wikipedia.org/wiki/seismometer., diakses 1 januari 2013.
www.google.com., diakses 1 januari 2013.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar