BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Geologi merupakan suatu mata kuliah
wajib yang harus diikuti oleh setiap mahasiswa geografi, dan dimata kuliah ini
untuk menunjang kemampuan mahasiwa diadakan observasi dimana mahasiswa akan
terjun langsung ke lapangan. Pelaksanaan observasi ini berada dibawah bimbingan
dosen mata kuliah geologi.
Geologi merupakan ilmu yang mempelajari planet bumi
terutama mengenai sistem penyusunannya. Proses yang terjadi padanya, hasil
proses tersebut, sejarah planet itu dan bentuk-bentuk kehidupan sejak bumi
terbentuk. Dimana bumi merupakan satu-satunya planet yang memiliki kehidupan di
dalamnya. Bumi sebagai sebuah planet memiliki struktur komposisi, proses yang
terjadi padanya dan juga hasilnya serta materi penyusunnya. Adapun materi
penyusun bumi, yaitu berupa mineral dan batuan.
Dalam
perkembangannya, bumi mengalami berbagai proses-proses yang menyertai dalam
pembentukannya, yaitu meliputi endogenik dan eksogenik, serta hasil dari proses
tersebut, diantaranya ialah tanah dan batuan. Pada kesempatan ini kita akan
mengkaji tentang tanah dan batuan yang merupakan salah satu materi dasar
penyusun bumi.
B.
Tujuan
Penelitian
Adapun
tujuan penelitian yang dilakukan mahasiswa Geografi dalam mata kuliah geologi yaitu :
- Mahasiswa dapat melihat fenomena-fenomena alam secara langsung.
- Meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk memahami alam disekitarnya.
- Membuka wawasan mahasiswa tentang alam terutama tentang pembentukan tanah dan batuan.
- Dengan melakukan observasi kelapangan diharapkan mahasiswa dapat lebih memahami teori-teori yang dipelajari sehingga dapat di aplikasikan pada masyarakat.
C.
Metodelogi
Penelitian
Adapun untuk mencapai tujuan dari penelitian yang
dilakukan, maka metode yang dilakukan atau digunakan adalah metode secara langsung
artinya mahasiswa secara langsung dapat mengamati objek-objek yang telah
dipelajari dan juga pengarahan dari dosen di lapangan. Pada metodelogi ini juga
didukung oleh literature buku yang menguatkan fakta dilapangan.
BAB II
PEMBAHASAN
Pada mata kuliah Geologi mahasiswa Geografi
mengadakan Observasi dibeberapa tempat yaitu:
A.
Mata Ie
B. Lamtamot
C. TAHURA
(Taman Hutan Raya) yang berada di Saree
A.
Pengamatan
di Mata Ie.
1. BMKG
Mata Ie
Berdasarkan
hasil pengamatan kami di BMKG Mata Ie, sebagaimana kita ketahui BMKG itu adalah
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika. BMKG ini telah beroperasi sejak
tahun 1979 dan sejak tahun 2006 oprasional pengamatan, pengolahan, analisa dan
pelayanan data station ditingkatkan menjadi
24 jam/hari, 7 hari/minggu.
BMKG mata ie ini
melaksanakan sejumlah kegiatan. Tugas sehari-hari dari BMKG mata ie ini adalah
Pengamatan gempa bumi, pengamatan lightenig dan pengiriman data Seismik.
Di BMKG ini
didukung Oleh beberapa alat pengamatan gempa bumi, yaitu Sismograph SPS-3 ( Analog )
dan Sismograph Digital SPS 3 dan TDS 4.0 Digital Seusmik Processing System. Pengamatan lighting dengan lighting detector dan pengiriman data
seismic dengan menggunakan alat communication
VSAT.
a.
Gempa Bumi
Gempabumi adalah berguncangnya bumi yang disebabkan oleh tumbukan
antar lempeng bumi, patahan aktif aktivitas gunungapi atau runtuhan batuan.
Kekuatan gempabumi akibat aktivitas gunungapi dan runtuhan batuan relatif kecil
sehingga kita akan memusatkan pembahasan pada gempabumi akibat tumbukan antar
lempeng bumi dan patahan aktif.
Lempeng samudera yang rapat massanya lebih besar ketika bertumbukkan
dengan lempeng benua di zona tumbukan (subduksi) akan menyusup ke bawah.
Gerakan lempeng itu akan mengalami perlambatan akibat gesekan dari selubung
bumi. Perlambatan gerak itu menyebabkan penumpukkan energi di zona subduksi dan
zona patahan. Akibatnya di zona-zona itu terjadi tekanan, tarikan, dan geseran.
Pada saat batas elastisitas lempeng terlampaui, maka terjadilah patahan batuan
yang diikuti oleh lepasnya energi secara tiba-tiba. Proses ini menimbukan
getaran partikel ke segala arah yang disebut gelombang gempabumi
Gempa bumi
juga merupakan getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi
akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik.
Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak
bumi (lempeng bumi). Frekuensi suatu
wilayah, mengacu pada jenis dan ukuran gempa bumi yang di alami selama periode
waktu. Sebagian besar gempa bumi di dunia adalah adalah gempa tektonik, yaitu
gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas tekonik.
Dilihat dari proses terjadi gempa bumi
terdiri dari tiga macam:
·
Gempa Bumi Vulkanik (Gunung Api) ; Gempa bumi ini terjadi akibat adanya
aktivitas magma, yang biasa terjadi sebelum gunung api meletus. Apabila
keaktifannya semakin tinggi maka akan menyebabkan timbulnya ledakan yang juga
akan menimbulkan terjadinya gempabumi. Gempa bumi
tersebut hanya terasa di sekitar gunung api tersebut.
·
Gempa Bumi Tektonik ;
Gempa bumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu pergeseran
lempeng-lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang
sangat kecil hingga yang sangat besar. Gempa bumi ini banyak menimbulkan
kerusakan atau bencana alam di bumi, getaran gempa bumi yang kuat mampu
menjalar keseluruh bagian bumi. Gempa bumi tektonik disebabkan oleh perlepasan
[tenaga] yang terjadi karena pergeseran lempengan plat tektonik seperti layaknya gelang karet ditarik dan
dilepaskan dengan tiba-tiba. Tenaga yang dihasilkan oleh tekanan antara batuan
dikenal sebagai kecacatan tektonik. Teori dari tectonic plate (lempeng
tektonik) menjelaskan bahwa bumi terdiri dari beberapa lapisan batuan, sebagian
besar area dari lapisan kerak itu akan hanyut dan mengapung di lapisan seperti salju. Lapisan tersebut bergerak perlahan sehingga
berpecah-pecah dan bertabrakan satu sama lainnya. Hal inilah yang menyebabkan
terjadinya gempa tektonik.
·
Gempa
Bumi Buatan ; Ada gempa bumi yang disebabkan
oleh aktifitas manusia,misalnya aktifitas penambangan, penyedotan gas, minyak
bumi atau air, penyuntikan air ke dalam tanah, penyuntikan waduk, penambangan
batu bara dan yang paling bahaya adalah dengan menggunakan kekuatan nuklir.
Gempa bumi diukur dengan menggunakan alat Seismometer.
Moment magnitudo
adalah skala yang paling umum di mana gempa bumi terjadi untuk seluruh dunia. Skala
rickter adalah skala yang di laporkan oleh
observatorium seismologi nasional yang di ukur pada skala besarnya lokal 5
magnitude. Kedua skala yang sama selama rentang angka mereka valid. Gempa 3
magnitude atau lebih sebagian besar hampir tidak terlihat dan besar nya 7 lebih
berpotensi menyebabkan kerusakan serius di daerah yang luas, tergantung pada
kedalaman gempa.
Gempa bumi terbesar bersejarah besarnya telah lebih
dari 9, meskipun tidak ada batasan besarnya. Gempa bumi besar terakhir besarnya
9,0 atau lebih besar adalah 9,0
magnitudo gempa di Jepang pada tahun 2011
(per Maret 2011), dan itu adalah gempa Jepang terbesar sejak pencatatan
dimulai. Intensitas getaran diukur pada modifikasi Skala Mercalli.
b. Seismometer
Seismometer (bahasa
Yunani:
seismos: gempa bumi dan metero: mengukur) adalah alat atau sensor getaran, yang
biasanya dipergunakan untuk mendeteksi gempa bumi atau getaran pada permukaan tanah. Hasil
rekaman dari alat ini disebut seismogram. Prototip dari alat ini diperkenalkan
pertama kali pada tahun 132 SM oleh matematikawan dari Dinasti Han yang bernama Chang Heng. Dengan alat ini orang pada masa tersebut bisa menentukan dari arah
mana gempa bumi terjadi. Dengan perkembangan teknologi dewasa ini maka
kemampuan seismometer dapat ditingkatkan, sehingga bisa merekam getaran dalam
jangkauan frekuensi yang cukup lebar. Alat seperti ini disebut
seismometer broadband.
Seismograf adalah sebuah perangkat yang mengukur dan mencatat gempa bumi. Pada prinsipnya, seismograf terdiri dari
gantungan pemberat dan ujung lancip seperti pensil. Dengan begitu, dapat
diketahui kekuatan dan arah gempa lewat gambaran gerakan bumi yang dicatat
dalam bentuk seismogram. Seismograf memiliki instrumen sensitif yang
dapat mendeteksi gelombang seismik yang dihasilkan oleh gempa bumi. Gelombang seismik yang terjadi selama gempa tergambar sebagai
garis bergelombang pada seismogram. Seismologist mengukur garis-garis ini dan menghitung besaran gempa.
Dahulu, seismograf
hanya dapat mendeteksi gerakan horizontal, tetapi saat ini seismograf sudah
dapat merekam gerakan-gerakan vertikal dan lateral. Seismograf menggunakan dua
gerakan mekanik dan elektromagnetik seismographer. Kedua jenis gerakan
mekanikal tersebut dapat mendeteksi baik gerakan vertikal maupun gerakan
horizontal tergantung dari pendular yang digunakan apakah vertikal atau horizontal. Seismograf modern
menggunakan elektromagnetik seismographer untuk memindahkan volatilitas sistem kawat tarik ke suatu daerah magnetis. Peristiwa-peristiwa yang
menimbulkan getaran kemudian dideteksi melalui spejlgalvanometer.
Gambar
: Seismograf
SPS -3 ( Analog ), Merupakan salah satu alat pengukur gempa yang ada di
Mata Ie Banda Aceh.
Gambar
: Hasil pendeteksi gempa yang dicatat
oleh Seismograf SPS -3 ( Analog ).
Gambar
: 1 Gambar
: 2
Gambar : Seismograf Digital SPS-3, Salah
satu alat pengukur gempa yang ada di Mata ie Banda Aceh.Gambar 1 : alat
pendeteksi gempa; Gambar 2 : tampilan dari alat pendeteksinya yang ditampilkan
ke monitor komputer.
c.
Tsunami
Tsunami
berasal dari bahasa Jepang, yaitu Tsu = pelabuhan, nami = gelombang,
secara harafiah
berarti "ombak besar di pelabuhan", adalah perpindahan badan air yang
disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba.
Perubahan permukaan laut tersebut bisa disebabkan oleh gempa bumi
yang berpusat di bawah laut, letusan gunung
berapi bawah laut, longsor bawah laut, atau atau hantaman meteor di laut.
Gelombang
tsunami dapat merambat ke segala arah. Tenaga yang
dikandung dalam gelombang tsunami adalah tetap terhadap fungsi ketinggian
dan kelajuannya. Di laut dalam, gelombang tsunami dapat merambat dengan kecepatan 500-1000
km per jam. Setara dengan kecepatan pesawat terbang. Ketinggian gelombang di
laut dalam hanya sekitar 1 meter. Dengan demikian, laju gelombang tidak terasa
oleh kapal yang sedang berada di tengah laut. Ketika mendekati pantai,
kecepatan gelombang
tsunami menurun hingga sekitar 30 km per jam, namun ketinggiannya sudah
meningkat hingga mencapai puluhan meter. Hantaman gelombang Tsunami bisa masuk
hingga puluhan kilometer dari bibir pantai. Kerusakan dan korban jiwa yang
terjadi karena Tsunami bisa diakibatkan karena hantaman air maupun material
yang terbawa oleh aliran gelombang tsunami.
Ada 3 (tiga)
kejadian di laut yang mengakibatkan timbulnya tsunami yaitu :
1. Gempabumi
Secara umum gempabumi yang bisa menimbulkan tsunami adalah gempabumi tektonik yang terjadi di laut dan mempunayai karakteristik sebagai berikut :
a. Sumber gempabumi berada di laut
b. Kedalaman gempabumi dangkal, yakni kurang dari 60 km
c. Kekuatannya cukup besar, yakni di atas 6,0 SR
d. Tipe patahannya turun (normal fault) atau patahan naik (thrush fault)
Secara umum gempabumi yang bisa menimbulkan tsunami adalah gempabumi tektonik yang terjadi di laut dan mempunayai karakteristik sebagai berikut :
a. Sumber gempabumi berada di laut
b. Kedalaman gempabumi dangkal, yakni kurang dari 60 km
c. Kekuatannya cukup besar, yakni di atas 6,0 SR
d. Tipe patahannya turun (normal fault) atau patahan naik (thrush fault)
Tsunami yang ditimbulkan oleh gempabumi biasanya menimbulkan gelombang yang cukup besar, tergantung dari kekuatan gempanya dan besarnya area patahan yang terjadi. Tsunami dapat dihasilkan oleh gangguan apapun yang dengan cepat memindahkan suatu massa air yang sangat besar, seperti suatu gempabumi, letusan vulkanik, batu bintang/meteor atau tanah longsor. Bagaimanapun juga, penyebab yang paling umum terjadi adalah dari gempabumi di bawah permukaan laut. Gempabumi kecil bisa saja menciptakan tsunami akibat dari adanya longsor di bawah permukaan laut/lantai samudera yang mampu untuk membangkitkan tsunami.
Tsunami dapat terbentuk manakala lantai
samudera berubah bentuk secara vertikal dan memindahkan air yang berada
di atasnya. Dengan adanya pergerakan secara vertical dari kulit bumi,
kejadian ini biasa terjadi di daerah pertemuan lempeng yang disebut
subduksi. Gempa bumi di daerah subduksi ini biasanya sangat efektif untuk
menghasilkan gelombang tsunami dimana lempeng samudera slip di bawah
lempeng kontinen, proses ini disebut juga dengan subduksi.
2. Land
Slide (Tanah Longsor)
Land Slide/tanah longsor dengan volume tanah yang jatuh/turun cukup besar dan terjadi di dasar Samudera, dapat mengakibatkan timbulnya Tsunami. Biasanya tsunami yang terjadi tidak terlalu besar, jika dibandingkan dengan tsunami akaibat gempabumi.
Tanah longsor di dalam laut dalam,
kadang-kadang dicetuskan oleh gempabumi yang besar; seperti halnya
bangunan yang roboh akibat letusan vulkanik, mungkin juga dapat
mengganggu kolam air akibat dari sediment dan batuan yang bergerak di lantai
samudera. Jika terjadi letusan gunungapi dari dalam laut dapat juga
menyebabkan tsunami karena kolam air akan naik akibat dari letusan
vulkanik yang cukup besar lalu membentuk suatu tsunami.
Contoh seperti yang terjadi di
Gunung Krakatau.Gelombang terbentuk akibat perpindahan massa air yang
bergerak di bawah pengaruh gravitasi untuk mencapai keseimbangan dan bergerak
di lautan, seperti jika kita menjatuhkan batu di tengah kolam akan
terbentuk gelombang melingkar.
Sekitar era tahun 1950 an ditemukan
tsunami yang lebih besar dibandingkan sebelumnya percaya atau tidak
mungkin ini disebabkan oleh tanah longsor, bahan peledak, aktifitas
vulkanik dan peristiwa lainnya. Gejala ini dengan cepat memindahkan volume air
yang besar, sebagai energi dari material yang terbawa atau melakukan
ekspansi energi yang ditransfer ke air sehingga terjadi gerakan tanah.
Tsunami disebabkan oleh mekanisme
ini, tidak sama dengan tsunami di lautan lepas yang disebabkan oleh
beberapa gempabumi, biasanya menghilang dengan cepat dan jarang sekali
berpengaruh sampai ke pantai karena area yang terpengaruh sangat kecil.
Peristiwa ini dapat memberi kenaikan pada gelombang kejut lokal yang
bergerak cepat dan lebih besar (solitons), seperti gerakan tanah yang
terjadi di Teluk Lituya memproduksi suatu gelombang dengan tinggi 50- 150 m
dan mencapai area pegunungan yang jaraknya 524 m. Bagaimanapun juga,
suatu tanah longsor yang besar dapat menghasilkan mega tsunami yang mungkin
berdampak pada samudera.
3. Gunung
Berapi
Gunung Berapi aktif yang berada di
tengah laut, ketika meletus akan dapat menimbulkan tsunami. Tsunami yang
terjadi bisa kecil, bisa juga sangat besar, tergantung dari besar
kecilnya letusan gunung api tersebut. Ada banyak gunung api yang berada
ditengah laut di seluruh dunia. Untuk di Indonesia , yang paling terkenal
adalah letusan gunung Krakatau yang terletak di tengah laut sekitar Selat
Sunda, yang terjadi pada tahun 1883. Letusannya sangat dashyat, sehingga
menimbulkna tsunami yang sangat besar dan korban yang banyak, baik jiwa
maupun harta benda.
d. Petir
Petir merupaka aktivitas udara yang di sebabkan
terlepasnya muatan listrik dengan arus yang cukup tinggi dan bersifat transient
(singkat) yang terjadi antar awan, awan dengan bumi yang biasanya terjadi pada
saat terbentuknya awan cumulusnimbus (Cb).
Petir atau
halilintar adalah gejala alam
yang biasanya muncul pada musim hujan di mana di langit muncul kilatan cahaya sesaat yang
menyilaukan biasanya disebut kilat
yang beberapa saat kemudian disusul dengan suara menggelegar sering disebut guruh. Perbedaan waktu kemunculan ini disebabkan adanya
perbedaan antara kecepatan suara dan kecepatan
cahaya.
Petir juga merupakan gejala alam yang bisa kita analogikan dengan
sebuah kapasitor raksasa, dimana lempeng pertama adalah awan (bisa lempeng
negatif atau lempeng positif) dan lempeng kedua adalah bumi (dianggap netral).
Seperti yang sudah diketahui kapasitor adalah sebuah komponen pasif pada
rangkaian listrik
yang bisa menyimpan energi sesaat (energy storage). Petir juga dapat
terjadi dari awan ke awan (intercloud), dimana salah satu awan bermuatan
negatif dan awan lainnya bermuatan positif.
Petir terjadi karena ada perbedaan potensial antara awan dan bumi
atau dengan awan lainnya. Proses terjadinya muatan pada awan karena dia
bergerak terus menerus secara teratur, dan selama pergerakannya dia akan
berinteraksi dengan awan lainnya sehingga muatan negatif akan berkumpul pada
salah satu sisi (atas atau bawah), sedangkan muatan positif berkumpul pada sisi
sebaliknya.
Jika perbedaan potensial antara awan dan bumi cukup besar, maka akan
terjadi pembuangan muatan negatif (elektron) dari awan ke bumi atau sebaliknya
untuk mencapai kesetimbangan. Pada proses pembuangan muatan ini, media yang
dilalui elektron adalah udara. Pada saat elektron mampu
menembus ambang batas isolasi udara inilah terjadi ledakan suara. Petir lebih
sering terjadi pada musim hujan, karena pada keadaan tersebut udara mengandung
kadar air yang lebih tinggi sehingga daya isolasinya turun dan arus lebih mudah
mengalir. Karena ada awan bermuatan negatif dan
awan bermuatan positif,
maka petir juga bisa terjadi antar awan yang berbeda muatan.
Jenis
Petir :
1.
Petir dari Awan ke Bumi ( Cloud to Ground)
2.
Petir Di dalam Awan (Intra cloud)
3. Petir dari Awan ke Awan (intercloud)
Pengamatan Petir yang dilakukan oleh Stasiun
Geofisika BMKG dilakukan dengan menggunakan 2 jenis alat yaitu: Lightning
Detector dan Lightning Counter.
Alat ini mampu merekam frequensi kejadian petir, baik
dari segi jumlah maupun jarak.
Gambar : 1 Gambar
:2
Gambar : Accelograph Observateon, Salah satu
alat pendeteksi petir yang ada di Mata Ie banda Aceh. Gambar 1: Alatnya, Gambar
2 Tampilan Dari alatnya yang ditampilkan ke monitor komputer.
2. Bentuk
Lahan dan Stuktur batuan di Mata Ie
Berdasarkan hasil pengamatan daerah Mata Ie Banda
Aceh merupakan daerah dataran tinggi, sebahagian besar dikelilingi oleh bukit-bukit
terjal dan masih sangat asli dan jauh dari kebisingan kota. Mata Ie ini
diperkirakan mempunyai ketingiannya mencapai 300 m dari permukaan laut. Perbukitan
di daerah mata ie terbentuk dari lipatan yang bersifat denudasional.
Dari hasil pengamatan yang telah kami lakukan di
Mata ie ini terdapat begitu banyak batuan kapur, ini kami buktikan dengan
mengambil beberapa sempel dari batuan yang ada di daerah Mata ie dengan
meneteskan zat kimia yaitu HCL, ketika HCl diteteskan ke batuan maka rekasi
yang terjadi adalah akan berbuih, agak sedikit mengeluarkan asap dan batuannya
tidak berubah. Ini membuktikan bahwa bataun didaerah Mata Ie Mengandung kapur.
Maka dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa tidak
menutup kemungkinan dulunya Mata ie ini adalah lautan yang telah terjadi proses
pengankatan yang sangat siknifikan, karna sangat kecil kemungkinan ada bataun
kapur didaerah pengunungan yang tidak pernah diendapi air laut. Namun proses
pengankatan di Mata Ie ini sifatnya membangun Artinya tidak ada kerugian dari
proses pengankatan ini.
Berikutnya dibawah ini gambar dari beberapa kegiatan
kami di Mata Ie :
Gambar : Batu karang yang ada di Mata Ie
sebelum dalam proses reaksi sesudah
Gambar
: Sampel pertama untuk melihat batuan mengandung kapur apa tidak.
Sebelum dalam proses reaksi sesudah
Gambar
: Sampel kedua untuk melihat bataun mengandug kapur atau tidak
B.
Pengamatan Di Lamtamot
Gunung seulawah Agam adalah salah satu gunung api
yang aktif didaerah Indonesia terutama Aceh.
Gambar:
Gambar Gunung Api Seulawah Agam.
Beberapa waktu
yang lalu gunung api seulawah agam ditingkat satusnya dari normal ke waspada
karna adanya aktifitas tambahan dari gunung tersebut. Gunung Api Seulawah Agam
pertama meletus pada tahun 1600.
Gunung Seulawah Agam terdiri dari dua kawah yaitu Kawah
Heutsz dan Kawah Simpagoe. Kawah Heutsz
adalah kawah yang berada dipuncak gunung seulawah agam yang merupakan gunung
api aktif tipe A, berbentuk memanjang dari bawah ke atas dengan bentuk
memanjang dengan Ukuran lk 100x200 m.
Kawah simpagoe adalah kawah yang berada dilereng gunung seulawah agam yang
merupakan gunung api aktif tipe a, berbentuk lonjong memanjang dari bawah ke
atas dengan ukuran lk 150x100m.
Di sini tanah nya termasuk kategori andisol karena
andisol itu, tanah yang terbentuk dari aktifitas gunung api. Tanah andisol
atau dikenal dengan tanah andosol
rata-rata berwarna kehitaman. Tekstur nya beragam, bisa berbentuk tanah liat
dan tanah lempung yang tekstur nya kasar. Zat yang terkandung didalam nya
sebagian besar adalah abu vulkanik dari letusan gunung.
Tanah andisol mengandung unsur hara yang cukup
tinggi. Unsur hara tersebut berasal dari letusan gunung. Sehingga tanah ini
sangat baik untuk ditanami. Selain unsur hara zat lain yang terkandung dalam
tanah andisol ini adalah zat-zat organik. Zat organik banyak terkandung pada
lapisan tengah dan atas, sedangkan pada tanah yang berada di lapisan bawah,
kandungan organik maupun unsur hara cenderung sedikit. Tanah andisol mampu
mengikat air dalam jumlah yang cukup tinggi, zat karbon yang terkandung juga
lebih tinggi dibandingkan dengan tanah jenis lain.
Andisol mempunyai beberapa sifat kimia yang penting,
memiliki muatan permanen yang rendah dan muatan tergantung pH yang tinggi,
keracunan aluminium jarang terjadi. Andisol mempunyai kemampuan untuk
memfiksasi fosfat dan mengikat air yang lebih tinggi. Presentase karbon
cenderung relative lebih tinggi dibandingkan tanah-tanah mineral lainnya.
Tingginya kadar bahan organik di andisol diyakini
disebabkan oleh adsorbsi molekul organik oleh alofan dan imogolit. Alofan dan
imogolit memiliki komposisi kimia yang beragam, tergantung kepada variasi
rasion molar SiO2 / AlO3 dan kandungan air. Alofan mampu
berikatan dengan humus tanah dengan ikatan kompleksasi membentuk khelasi Al
dalam alofan dengan membentuk kompleks yang cukup resisten.
C.
Pengamatan
di TAHURA ( Taman Hutan Raya )
TAHURA (Taman Hutan Raya) yang berada Saree
Kabupaten Aceh Besar. Berdasarkan Hasil Observasi menunjukkan bahwa tanah yang
berada disare sebagian besar berjenis tanah Andosol
tanah jenis ini berwarna hitam dan gembur, maka daerah ini sangat cocok untuk
menanam jenis taman dikotil yang memiliki akar serabut.
Taman Hutan Raya termasuk hutan tropis. Hutan tropis
termasuk hutan hujan konstan hijau di garis lintang khatulistiwa dan hutan
monsun tropis. Di hutan khatulistiwa pohon-pohon biasanya menggugurkan daunnya
sedikit-sedikit atau menggugurkan daunnya menurut musim tetapi kebanyakan dari
pohon itu memiliki daunnya hampir seluruh waktu dan sebab itu hutan ini
terlihat konstan hijau. Di hutan monsun pohon-pohon adalah jenis daun-luruh
yang menggugurkan daunnya pada musim kemarau dan tidak mengeluarkan daun baru
sampai musim hujan tiba. Hutan hujan tropis berada di garis lintang
khatulistiwa yang suhunya panas dan lembab sepanjang tahun. Ia membutuhkan suhu
18-30 ° C dan hujan antara 200-300 cm setahun.
Di hutan hujan tropis, kebanyakan kehidupan tumbuhan
dan hewan tidak ditemukan di permukaan tanah (forest floor), tapi mungkin di
dunia dedaunan yang dikenal dengan nama kanopi. Kanopi, yang bisa berada di
ketinggian 100 kaki (30 m) dari atas tanah, terbentuk oleh cabang-cabang dan
dedaunan pohon-pohon hutan hujan yang saling tumpang tindih. Para peneliti
memperkirakan bahwa 70-90% dari kehidupan di hutan hujan ditemukan di pepohonan,
ini membuatnya menjadi habitat terkaya bagi kehidupan tumbuhan dan hewan.
Banyak hewan terkenal termasuk monyet, katak, kadal, burung, sloth, dan kucing
kecil ditemukan di kanopi. Kanopi
hanyalah salah satu dari beberapa lapisan di hutan hujan.
Hutan hujan penting bagi ekosistem global, karena:
·
menyediakan
rumah bagi banyak tumbuhan dan hewan;
·
membantu
menstabilkan iklim dunia;
·
melindungi
dari banjir, kekeringan, dan erosi;
·
sumber dari
obat-obatan dan makanan;
·
menyokong
kehidupan manusia suku pedalaman; dan
·
tempat
menarik untuk dikunjungi.
Berikut ini
adalah gambar di TAHURA Saree :
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari laporan
ini yaitu:
1. Dari
ketiga wilayah atau daerah memiliki Struktur
tanah dan jenis batuan yang berbeda dan tentunya dengan aktifitas yang
berbeda Pula.
2. Mata
Ie dan Sare sama-sama pegunungan tapi memiliki latar belakang yang berbeda, Mata
Ie kemungkinan besar terbentuk dari
pengangkatan laut sedangkan Sare tidak.
3. Gunung
Api Seulawah Agam adalah gunung api yang
aktif yang berada didaerah Aceh, yang memiliki dua kawah yaitu kawah Heutsz dan
Kawah Simpagoe.
B.
Saran
Aceh merupakan salah satu daerah
yang sering dilanda gempa dan ada beberapa gunung api yang aktifitasnya biasa
meningkat kapan saja. Kepada semua pihak
yang terkait terutama pemerintah agar mensosialisasikan sikap apa yang harus
dilakukan saat gempa agar masyarakat tidak panik lagi, dan apa yang harus
dilakukan saat gunung api berstatus waspada, siaga dan awas, mengingat
kurangnya pengetahuan masyarakat disekitar tetang hal itu.
Daftar
Pustaka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar