BAB I
1.1
Latar
Belakang Masalah
Manusia
sejak dahulu sudah mengenal Geografi, bahkan dapat dikatakan umurnya seumur
manusia di muka bumi. seperti ilmu pengetahuan lainya, pada awalnya Geografi
tidak di susun secara sistematis seperti apa yang saat ini ,namun tentang
pengetahuan tentang bumi dan hanya berupa catatan suatu tempat dan
penghuninya dalam perjalanann umat manusia mejelajahi dunia yang ke
beradaanya selalu berkenaan dengan mitologi yang berkembang di masyarakat.
Pendekatan geografi dapat diartikan sebagai
suatu. metode atau cara (analisis) untuk memahami berbagai gejala dan fenomena
geosfer. khususnya interaksi antara manusia terhadap lingkungannya . setiap
disiplin ilmu memiliki cara pandang yang berbeda terhadap suatu kejadian.
Fenomena atau kejadian yang sama dapat dilihat dari berbagai sudut pandang.
Pendekatan
(approach) yang digunakan dalam kajian geografi terdiri atas 3 macam,
yaitu analisis keruangan (spaÂtial analysis), analisis ekologi
(ecological analysis). danan analisis kompleks wilayah (regional
complex analysis). Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan dalam
geografi tidak membedakan antara elemen fisik dan nonfisik.
1.2
Rumusan
Masalah
Dari
uraian diatas dapat disimpulkan beberapa rumusan masalah :
a. Pengertian
pendekatan Geografi
b. Macam
– macam pendekatan Geografi
BAB
II
2.1 Pengertian
Pendekatan Geografi
Pendekatan geografi dapat diartikan sebagai suatu. metode atau cara
(analisis) untuk memahami berbagai gejala dan fenomena geosfer. khususnya
interaksi antara manusia terhadap lingkungannya . setiap disiplin ilmu memiliki
cara pandang yang berbeda terhadap suatu kejadian. Fenomena atau kejadian yang
sama dapat dilihat dari berbagai sudut pandang.
Pendekatan (approach)
yang digunakan dalam kajian geografi terdiri atas 3 macam, yaitu analisis
keruangan (spaÂtial analysis), analisis ekologi (ecological analysis).
danan analisis kompleks wilayah (regional complex analysis). Oleh
karena itu, pendekatan yang digunakan dalam geografi tidak membedakan antara
elemen fisik dan nonfisik.
2.2 Macam – macam Pendekatan Geografi
Pendekatan (approach)
yang digunakan dalam kajian geografi terdiri atas 3 macam, yaitu analisis
keruangan (spaÂtial analysis), analisis ekologi (ecological analysis).
danan analisis kompleks wilayah (regional complex analysis). Oleh
karena itu, pendekatan yang digunakan dalam geografi tidak membedakan antara
elemen fisik dan nonfisik.
1. Pendekatan Keruangan
Pendekatan
keruangan adalah upaya dalam mengkaji rangkaian persamaan dari perbedaan
fenomena geosfer dalam ruang. Di dalam pendekatan keruangan ini yang perlu
diperhatikan adalah persebaran penggunaan ruang dan penyediaan ruang yang akan
dimanfaatkan.
Contoh
penggunaan pendekatan keruangan adalah perencanaan pernbukaan lahan untuk
daerah permukiman yang baru. Maka yang harus diperhatikan adalah segala aspek
yang berkorelasi terhadap wilayah yang akan digunakan tersebut. Contohnya
adalah morfologi, ini kaitannya dengan banjir, longsor, air tanah. Hal itu
diperlukan karena keadaan fisik lokasi dapat mempengaruhi tingkat adaptasi
manusia yang akan menempatinya,
Pendekatan
keruangan juga merupakan ciri khas yang membedakan ilmu geografi dengan
lainnya. Pendekatan ini dapat di tinjau dari 3 aspek yaitu:
a. Analisis
pendekatan topik yaitu menghubungkan suatu kejadian dengan dengan tema-tema
utama dalam permasalahan tersebut. Contoh pemanasan glokal adalah suatu
fenomena geografi yang terjadi di seluruh ruang, gejala tersebut diakibatkan
oleh kegiatan-kegiatan manusia yang menambah tingkat polutan dalam udara
sehingga berpengaruh terhadap perubahan komposisi penyusun atmosfer.
b. Analisis
dengan pendekatan aktivitas manusia yaitu mendeskripsikan aktivitas manusia
dalam ruang. Kehidupan manusia dimanapun ruang dan tempatnya maka akan
beradaptasi dan menyesuaikan dengan kondisi ruang. Pada ruangan pantai maka
aktivitas manusia sebagai nelayan, tambak udang, garam atau industri berat.
c. Analisis
pendekatan wilayah, yaitu bahwa persebaran fenomena geografi persebarannya
tidak merata, sehingga setiap wilayah mwmiliki karakteristik, memiliki
kelebihan dibandingkan dengan wilayah lain, sehingga pada wilayah yang berrbeda
maka akan memiliki karakteristik yang berbeda pula.
2. Pendekatan Ekologi (Kelingkungan)
Pendekatan
ekologi adalah upaya dalam mengkaji fenomena geosfer khususnya terhadap
interaksi antara organisme hidup dan lingkungannya. termasuk dengan organisme
hidup yang lain. Di dalam organisme hidup itu manusia merupakan satu komponen
yang penting dalam proses interaksi, Oleh karena itu, muncul istilah
ekologi manusia (huÂman ecology) yang mempelajari interaksi antar
manusia serta antara manusia dan lingkungan. Aktivitas manusia dalam kaitannya
dengan inetarksi dalm ruang terutama terhadap lingkungannya mengalami
tahan-tahapan sebagai berikut:
a. Tahapan
yang sangat sederhana yaitu manusia tergantung terhadap alam (fisis
Determinisme). Manusia belum memiliki kebudayaan yang cukup
sehingga pemenuhan kebutuhan hidup manusia dipenuhi dari apa yang ada di alam
dan lingkungannya (hanya sebagai pengguna alam). Sehingga pada saat alam tidak
menyediakan kebutuhannya maka di akan pindah atau mungkin punah (kehidupan
jaman purba)
b. Manusia dan alam saling mempengaruhi.
Manusia memanfaatkan alam yang berlebihan dan tidak memperhatikan kemampuan
alamnya, sehingga lingkungan alam rusak dan berakibat juga pengaruhnya terhadap
manusia. Manusia sudah mampu mengurangi ketergantunggannya terhadap alam tapi
manusia juga masih membutuhkan alam.
Contohnya. Para
petani zaman dulu dalam waktu setahun hanya mampu bercocok tanam hany sekali,
karena kebutuhan pengairan hanya mengandalkan dari musim hujan (tadah hujan),
sementara jumlah penduduk semakin bertambah, kebutuhan terhadap pangan juga
bertambah, maka manusia berupaya bagaimana agar kebutuhan irigasi untuk
pengairan pertanian bisa sepanjang musim dan tahun, maka dibuatlah bendungan.
Kemudian dengan bioteknologi juga sudah ditemukan varietas pada yang bagus
dengan usia dan masa panen cukup pendek.
c. Manusia menguasai alam. Dengan berkembangnya ilmu,
kemampuan, dan budayanya, manusia dapat memanfaatkan alam sebesar-besarnya.
Contohnya dibuatnya mesin-mesin mengekploitasi alam yang sebesar-besarnya. Jika
alam sudah tidak mampu lagi maka mesin -mesin digunakan untuk memproduksi
bahan-bahan sintetis yang tidak bisa di buat alam.
3. Pendekatan komplek kewilayahan
Pendekatan
komplek kewilayahan ini mengkaji bahwa fenomena geografi yang terjadi di setiap
wilayah berbeda-beda, sehingga perbedaan ini membentuk karakteristik wilayah.
Perbedaan inilah yang mengakibatkan adanya interaksi suatu wilayah dengan
wilayah lain untuk saling memenuhi kebutuhannya. semakin tinggi perbedaannya
maka interaksi dengan wilayah lainnya semakin tinggi.
Berdasarkan pengertian tersebut, pendekatan regional ber
rarti mengkaji suatu gejala atau
masalah dari sebuah menurut tempat gejala atau masalah itu tersebar.Pendekatan
regional menekankan pada region sebagai ruang tempat terjadinyasuatu gejala
atau fenomena. Di dalam pendekatan regional yang menjadi perhatianadalah
faktor-faktor yang mempengaruhi pola persebaran serta cara mengubah pola
tersebut agar persebarannya lebih efisien dan lebih wajar.Unsur-unsur yang
selalu berhubungan dengan pendekatan dan analisis keruanganadalah jarak, pola,
site, dan situasi, aksesibilitas, serta ketertarikan.
a.
Unsur jarak, baik jarak absolut maupun jarak relatif (sosial) yang
dapat berpengaruh terhadap keakraban, keseganan, rasa
asing, dan kesenjangansosial.
b.
Unsur pola, misalnya struktur geologi yang dapat mempengaruhi
pola pemukiman da peragihan sumber air yang
berpengaruh terhadap pola tataguna lahan.
c.
Unsur tempat
(site) dan situasi, erta hubungannya dengan sifat dan fungsisuatu wilayah,
misalnya desa dan kota.
d.
Unsur aksesibilitas, erat hubungannya dengan topografi
dan tekhnologiwilayah tertentu. Suatu wilayah dengan aksesibilitas yang tinggi akanmempunyai tingkat kemajuan
yang lebih pesat dibandingkan denganwilayah yang aksesibilitasnya
rendah.
e.
Unsur keterkaitan, banyak menentukan kualitas dan kautitas
hubunganfungsional antar tempat. Besar atau kecilnya
keterkaitan itu bergantung pada kepentingan antar tempat sehingga dapat
terjadi pertukaran barangdan mobilitas penduduk. Dalam jangka panjang unsur
keterkaitan dapat mengubah atau mempengaruhi pola
kehidupan (life pattern) penduduk di beberapa tempat.
Contohnya adalah dalam perancangan wilayah
pemukiman transmigrasi.Sebelum suatu daerah
dibuka untuk dijadikanlokasi transmigrasi, langkah awal yang perlu
dilakukan antara lain :
1.
Mengadakan studi kelayakan tentang kondisi fisik lahan, misalnya air tanah, morfologi, kesuburan tanah, dan drainase.
2.
Mengkaji kesiapan masyarakat sekitar dalam mendukung
terlaksananyagram transmigrasi
3.
Melakukan analisis
regional untuk menentukan daerah-daerah yang akandijadikan lokasi permukiman, lokasi garapan, serta
lokasi fasilitas sosialmisalnya pasar dan tempat ibadah.Contoh
lain adalah pendugaan wilayah umtuk nodal region. Nodal region (wilayah
nodus ) adalah wilayah yang dalambanyak hal diatur oleh beberapa pusat
kegiatan.Antar pusat kegiatan itu saling
dihubungkan dengan garis melingkar,misalnya jalur jalan. Antar pusat
kegiatan pada wilayah nodus terdapat hubungan
fungsional sehingga disebut juga wilayah fungsional(functional region). Olehkarena
itu, dapat dilakukan pendugaan dalam periode tertentu. Misalnya, programkependudukan perlu diperhatikan agar
keseimbangan ekosistem antar wilayah nodus tetap terpelihara.
BAB III
3.1 Kesimpulan
Pendekatan geografi dapat diartikan sebagai suatu.
metode atau cara (analisis) untuk memahami berbagai gejala dan fenomena
geosfer. khususnya interaksi antara manusia terhadap lingkungannya . setiap
disiplin ilmu memiliki cara pandang yang berbeda terhadap suatu kejadian.
Fenomena atau kejadian yang sama dapat dilihat dari berbagai sudut pandang.
Pendekatan
(approach) yang digunakan dalam kajian geografi terdiri atas 3 macam :
a. Pendekatan
keruangan
b. Pendeketan
ekologi
c. Pendekatan
komplek kewilayahan
Daftar
Pustaka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar