Rabu, 20 November 2013

Pendekatan pendekatan dalam geografi



BAB I
1.1    Latar Belakang Masalah
Manusia sejak dahulu sudah mengenal Geografi, bahkan dapat dikatakan umurnya seumur manusia di muka bumi. seperti ilmu pengetahuan lainya, pada awalnya Geografi tidak di susun secara  sistematis seperti apa yang saat ini ,namun tentang pengetahuan tentang bumi dan  hanya berupa  catatan suatu tempat dan penghuninya dalam perjalanann umat manusia mejelajahi dunia  yang ke beradaanya selalu berkenaan dengan mitologi yang berkembang di masyarakat.
Pendekatan geografi dapat diartikan sebagai suatu. metode atau cara (analisis) untuk memahami berbagai gejala dan fenomena geosfer. khususnya interaksi antara manusia terhadap lingkungannya . setiap disiplin ilmu memiliki cara pandang yang berbeda terhadap suatu kejadian. Fenomena atau kejadian yang sama dapat dilihat dari berbagai sudut pandang.
Pendekatan (approach) yang digunakan dalam kajian geografi terdiri atas 3 macam, yaitu analisis keruangan (spa­tial analysis), analisis ekologi (ecological analysis). danan analisis kompleks wilayah (regional complex analysis). Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan dalam geografi tidak membedakan antara elemen fisik dan nonfisik.
                                            
1.2    Rumusan Masalah
Dari uraian diatas dapat disimpulkan beberapa rumusan masalah :
a.       Pengertian pendekatan Geografi
b.      Macam – macam pendekatan Geografi










BAB II

2.1 Pengertian Pendekatan Geografi
Pendekatan geografi dapat diartikan sebagai suatu. metode atau cara (analisis) untuk memahami berbagai gejala dan fenomena geosfer. khususnya interaksi antara manusia terhadap lingkungannya . setiap disiplin ilmu memiliki cara pandang yang berbeda terhadap suatu kejadian. Fenomena atau kejadian yang sama dapat dilihat dari berbagai sudut pandang.
Pendekatan (approach) yang digunakan dalam kajian geografi terdiri atas 3 macam, yaitu analisis keruangan (spa­tial analysis), analisis ekologi (ecological analysis). danan analisis kompleks wilayah (regional complex analysis). Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan dalam geografi tidak membedakan antara elemen fisik dan nonfisik.

2.2  Macam – macam Pendekatan Geografi
      Pendekatan (approach) yang digunakan dalam kajian geografi terdiri atas 3 macam, yaitu analisis keruangan (spa­tial analysis), analisis ekologi (ecological analysis). danan analisis kompleks wilayah (regional complex analysis). Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan dalam geografi tidak membedakan antara elemen fisik dan nonfisik.
1.      Pendekatan Keruangan
Pendekatan keruangan adalah upaya dalam mengkaji rangkaian persamaan dari perbedaan fenomena geosfer dalam ruang. Di dalam pendekatan keruangan ini yang perlu diperhatikan adalah persebaran penggunaan ruang dan penyediaan ruang yang akan dimanfaatkan.
Contoh penggunaan pendekatan keruangan adalah perencanaan pernbukaan lahan untuk daerah permukiman yang baru. Maka yang harus diperhatikan adalah segala aspek yang berkorelasi terhadap wilayah yang akan digunakan tersebut. Contohnya adalah morfologi, ini kaitannya dengan banjir, longsor, air tanah. Hal itu diperlukan karena keadaan fisik lokasi dapat mempengaruhi tingkat adaptasi manusia yang akan menempatinya,
Pendekatan keruangan juga merupakan ciri khas yang membedakan ilmu geografi dengan lainnya. Pendekatan ini dapat di tinjau dari 3 aspek yaitu:
a.       Analisis pendekatan topik yaitu menghubungkan suatu kejadian dengan dengan tema-tema utama dalam permasalahan tersebut. Contoh pemanasan glokal adalah suatu fenomena geografi yang terjadi di seluruh ruang, gejala tersebut diakibatkan oleh kegiatan-kegiatan manusia yang menambah tingkat polutan dalam udara sehingga berpengaruh terhadap perubahan komposisi penyusun atmosfer.
b.      Analisis dengan pendekatan aktivitas manusia yaitu mendeskripsikan aktivitas manusia dalam ruang. Kehidupan manusia dimanapun ruang dan tempatnya maka akan beradaptasi dan menyesuaikan dengan kondisi ruang. Pada ruangan pantai maka aktivitas manusia sebagai nelayan, tambak udang, garam atau industri berat.
c.       Analisis pendekatan wilayah, yaitu bahwa persebaran fenomena geografi persebarannya tidak merata, sehingga setiap wilayah mwmiliki karakteristik, memiliki kelebihan dibandingkan dengan wilayah lain, sehingga pada wilayah yang berrbeda maka akan memiliki karakteristik yang berbeda pula.
2.      Pendekatan Ekologi (Kelingkungan)
Pendekatan ekologi adalah upaya dalam mengkaji fenomena geosfer khususnya terhadap interaksi antara organisme hidup dan lingkungannya. termasuk dengan organisme hidup yang lain. Di dalam organisme hidup itu manusia merupakan satu komponen yang penting dalam proses interaksi, Oleh karena itu, muncul istilah ekologi manusia (hu­man ecology) yang mempelajari interaksi antar manusia serta antara manusia dan lingkungan. Aktivitas manusia dalam kaitannya dengan inetarksi dalm ruang terutama terhadap lingkungannya mengalami tahan-tahapan sebagai berikut:
a.       Tahapan yang sangat sederhana yaitu manusia tergantung terhadap alam (fisis Determinisme). Manusia belum memiliki kebudayaan yang cukup sehingga pemenuhan kebutuhan hidup manusia dipenuhi dari apa yang ada di alam dan lingkungannya (hanya sebagai pengguna alam). Sehingga pada saat alam tidak menyediakan kebutuhannya maka di akan pindah atau mungkin punah (kehidupan jaman purba)
b.      Manusia dan alam saling mempengaruhi. Manusia memanfaatkan alam yang berlebihan dan tidak memperhatikan kemampuan alamnya, sehingga lingkungan alam rusak dan berakibat juga pengaruhnya terhadap manusia. Manusia sudah mampu mengurangi ketergantunggannya terhadap alam tapi manusia juga masih membutuhkan alam.
Contohnya. Para petani zaman dulu dalam waktu setahun hanya mampu bercocok tanam hany sekali, karena kebutuhan pengairan hanya mengandalkan dari musim hujan (tadah hujan), sementara jumlah penduduk semakin bertambah, kebutuhan terhadap pangan juga bertambah, maka manusia berupaya bagaimana agar kebutuhan irigasi untuk pengairan pertanian bisa sepanjang musim dan tahun, maka dibuatlah bendungan. Kemudian dengan bioteknologi juga sudah ditemukan varietas pada yang bagus dengan usia dan masa panen cukup pendek.
c.       Manusia menguasai alam. Dengan berkembangnya ilmu, kemampuan, dan budayanya, manusia dapat memanfaatkan alam sebesar-besarnya. Contohnya dibuatnya mesin-mesin mengekploitasi alam yang sebesar-besarnya. Jika alam sudah tidak mampu lagi maka mesin -mesin digunakan untuk memproduksi bahan-bahan sintetis yang tidak bisa di buat alam.
3.      Pendekatan komplek kewilayahan
Pendekatan komplek kewilayahan ini mengkaji bahwa fenomena geografi yang terjadi di setiap wilayah berbeda-beda, sehingga perbedaan ini membentuk karakteristik wilayah. Perbedaan inilah yang mengakibatkan adanya interaksi suatu wilayah dengan wilayah lain untuk saling memenuhi kebutuhannya. semakin tinggi perbedaannya maka interaksi dengan wilayah lainnya semakin tinggi.
Berdasarkan pengertian tersebut, pendekatan regional ber rarti mengkaji suatu gejala atau masalah dari sebuah menurut tempat gejala atau masalah itu tersebar.Pendekatan regional menekankan pada region sebagai ruang tempat terjadinyasuatu gejala atau fenomena. Di dalam pendekatan regional yang menjadi perhatianadalah faktor-faktor yang mempengaruhi pola persebaran serta cara mengubah pola tersebut agar persebarannya lebih efisien dan lebih wajar.Unsur-unsur yang selalu berhubungan dengan pendekatan dan analisis keruanganadalah jarak, pola, site, dan situasi, aksesibilitas, serta ketertarikan.
a.       Unsur jarak, baik jarak absolut maupun jarak relatif (sosial) yang dapat berpengaruh terhadap keakraban, keseganan, rasa asing, dan kesenjangansosial. 
b.      Unsur pola, misalnya struktur geologi yang dapat mempengaruhi pola pemukiman da peragihan sumber air yang berpengaruh terhadap pola tataguna lahan.
c.       Unsur tempat (site) dan situasi, erta hubungannya dengan sifat dan fungsisuatu wilayah, misalnya desa dan kota.
d.      Unsur aksesibilitas, erat hubungannya dengan topografi dan tekhnologiwilayah tertentu. Suatu wilayah dengan aksesibilitas yang tinggi akanmempunyai tingkat kemajuan yang lebih pesat dibandingkan denganwilayah    yang aksesibilitasnya rendah.
e.       Unsur keterkaitan, banyak menentukan kualitas dan kautitas hubunganfungsional antar tempat. Besar atau kecilnya keterkaitan itu bergantung pada kepentingan antar tempat sehingga dapat terjadi pertukaran barangdan mobilitas penduduk. Dalam jangka panjang unsur keterkaitan dapat mengubah atau mempengaruhi pola kehidupan (life pattern) penduduk di beberapa tempat.
Contohnya adalah dalam perancangan wilayah pemukiman transmigrasi.Sebelum suatu daerah dibuka untuk dijadikanlokasi transmigrasi, langkah awal yang perlu dilakukan antara lain :
1.      Mengadakan studi kelayakan tentang kondisi fisik lahan, misalnya air tanah, morfologi, kesuburan tanah, dan drainase.
2.      Mengkaji kesiapan masyarakat sekitar dalam mendukung terlaksananyagram transmigrasi
3.      Melakukan analisis regional untuk menentukan daerah-daerah yang akandijadikan lokasi permukiman, lokasi garapan, serta lokasi fasilitas sosialmisalnya pasar dan tempat ibadah.Contoh lain adalah pendugaan wilayah umtuk nodal region. Nodal     region (wilayah nodus ) adalah wilayah yang dalambanyak hal diatur oleh beberapa pusat kegiatan.Antar pusat kegiatan itu saling dihubungkan dengan garis melingkar,misalnya jalur jalan. Antar pusat kegiatan pada wilayah nodus terdapat           hubungan fungsional sehingga disebut juga wilayah fungsional(functional region). Olehkarena itu, dapat dilakukan pendugaan dalam periode tertentu. Misalnya, programkependudukan perlu diperhatikan agar keseimbangan ekosistem antar wilayah nodus tetap terpelihara.






BAB III
3.1  Kesimpulan
Pendekatan geografi dapat diartikan sebagai suatu. metode atau cara (analisis) untuk memahami berbagai gejala dan fenomena geosfer. khususnya interaksi antara manusia terhadap lingkungannya . setiap disiplin ilmu memiliki cara pandang yang berbeda terhadap suatu kejadian. Fenomena atau kejadian yang sama dapat dilihat dari berbagai sudut pandang.
Pendekatan (approach) yang digunakan dalam kajian geografi terdiri atas 3 macam :
a.       Pendekatan keruangan
b.      Pendeketan ekologi
c.       Pendekatan komplek kewilayahan




                                                                                                              











Daftar Pustaka
                        



Tidak ada komentar:

Posting Komentar